Coffe (Kopi) Toraja Arabika

-dicopy dari kabar-toraja.com

Kabar-Toraja.Com-Rantepao- Selain budaya dan wisatanya Toraja juga dikenal karena Kopi jenis Arabika nya, yang telah mengangkat daerah ini saat kopi Arabika Toraja menembus level tertinggi U$ 45 per kilo gram.

Selain itu sudah menjadi bagian budaya masyarakat Toraja, disuguhkan dalam kegiatan ritual Rambu Solo’ (upacara adat kematian) maupun Rambu Tuka’ (upacara adat panen padi, bangun rumah baru dan sejenisnya).

Terlepas dari kebutuhan terhadap kopi yang sangat tinggi, ternyata produksi kopi di daerah Toraja mengalami penurunan. Banyak tanaman kopi sudah tua sehingga tidak produktif minim peremajaan hingga perlahan mulai di tinggalkan oleh petani.

Menjawab permasalahan ini selain melibatkan kelompok tani Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Toraja Utara berinisiatif membudidayakan tanaman kopi dengan melibatkan anak-anak sekolah, kegiatan yang melibatkan komponen masyarakat tersebut dihelat dalam suatu pertemuan di ruang pola kantor Bupati Toraja Utara (Torut), Rantepao baru baru ini Senin (21/1/2014).

Berbicara dihadapan undangan Bupati Torut Frederik Batti Sorring berjanji akan memonitor program ini. Dikatakan bagi sekolah yang berhasil memelihara tanaman kopi akan diberi reward oleh Bupati. Selanjutnya agar layanan ini lebih luas disebarkan nomor kontak tertentu mengenai informasi ini juga ditetapkan oleh Bupati

“Melibatkan anak-anak sekolah secara tidak langsung akan membekali mereka pengetahuan tentang budaya dan keterampilan menanam secara produktif. Hal ini lambat laun akan menumbuhkan kedisiplinan dan kesadaran untuk menanam dan memelihara tanaman,” jelas Sorring sapaan akrab bupati Torut.

Salah satu undangan dari SDN 2 Rindingallo, menyambut baik adanya kegiatan positif ini. “Kegiatan ini bagus untuk anak murid, karena di SD juga terdapat mata pelajaran Perkebunan”, kata Adriana Timang, S.Pd, Kepala Sekolah SDN 2 Rindingallo.

Ikut hadir mendampingi bupati Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Perlindungan Perkebunan, Kornelia Pairunan, S.Hut, Kepala Badan Ketahan Pangan dan Penyuluh, Yohanis Palamba, SE, M.Min, dan Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Rede Roni Bare, M.Pd.

Sementara itu Pelaksana tugas Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Toraja Utara, Yusuf Gelong R.L, ditemui diruang kerjanya menuturkan, sudah menjadi peran dan tanggung jawab kami, untuk terus berupaya dengan berbagai cara dalam melakukan budidaya tanaman, dalam konteks ini tanaman Kopi Arabika Toraja, terlebih telah ditetapkan sebagai PRUKAB.

Tanaman kopi termasuk jenis pohon dalam keluarga Coffea. Terdapat berbagai varietas kopi yang berbeda, namun hanya 2(dua) varietas yang memiliki nilai untuk diperdagangkan yaitu Kopi Arabika dan Kopi Robusta. Kopi arabika unggul rasa, aromatik kopi tetapi memiliki kadar kafein yang rendah bila dibandingkan dengan kopi Robusta.

Secara klimatologi, Kabupaten Toraja Utara sesuai untuk pertumbuhan Kopi Arabika, dan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara, telah menetapkan Kopi Arabika sebagai produk unggulan kabupaten (PRUKAB), dan tengah menunggu finalisasi pengurusan sertifikat Indikasi Geografis Kopi Arabika Toraja.

Advertisements

2 thoughts on “Coffe (Kopi) Toraja Arabika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s