Menilai Gelar Adat Toraja untuk Presiden SBY

Dalam kunjungan di Sulsel hingga Minggu (23/2), Presiden juga dijadwalkan meninjau Masjid Darussalam, SDN No. 140 Kabare, serta Baruga (Pendopo) Pak Letnan di Kabupaten Enrekang. Di sana, SBY akan bersilaturahmi dengan para perwira TNI AD jajaran Kodam VII/Wirabuana dan tokoh masyarakat setempat.

Selanjutnya, SBY dan Ibu Ani menuju Kabupaten Tana Toraja untuk menyaksikan beberapa acara adat setempat, seperti pesta adat kematian dan adu kerbau. SBY dan Ibu Ani juga akan menerima anugerah gelar adat sebagai warga kehormatan adat masyarakat Toraja. SBY bakal mengunjungi Rumah Adat Toraja ‘Tongkonan’ di Kabupaten Torajkma Utara.

Di Palopo, Menurut rencana, SBY akan menerima Gelar Adat dari Kerajaan/Kedatuan Luwu yaitu Anakaji To Appamaneng RI Luwu. Gelar ini memiliki arti Pemimpin Pemersatu Dua Kerajaan dan Pembawa Amanah Kebesaran Kerajaan Luwu. Ibu Ani akan menerima Gelar Adat We Tappacina Wara-Wara’e, yaiu Permaisuri Datu Luwu Anakaji asal Majapahit, yang bermukim dan membawa perubahan di Tanah Luwu.

Apakah pemberian gelar adat bagi Preseiden SBY sudah tepat ? Presiden SBY sudah memimpin negara ini selama 10 tahun terakhir. Kalau boleh kembali dilihat, kira2 kontribusi apa saja yang beliau sudah berikan untuk negeri ini atau untuk orang Toraja sehingga beliau dinyatakan layak mendapatkan gelar warga kehormatan masyarakat Toraja ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s